Swedia Berlomba Masuk Islam Rabu, Jan 7 2009 

Oleh: Tim dakwatuna.com

Muslim Swedia
dakwatuna.com – “Dalam ujian carilah peluang”
itulah ungkapan yang sering didegungkan banyak orang di waktu
menghadapi ujian, cobaan dan krisis. Terutama terkait dengan agama
kita, Islam dan terkait dengan gerakan fanatisme kelompok, gerakan
penistaan terhadap kemuliaan Rasulullah saw. dan upaya untuk
menghalang-halangi cahaya Islam di Eropa.
Itulah yang terjadi di Swedia, ketika tersebarnya gambar-gambar yang
menghina Rasulullah saw. justeru pada waktu yang bersamaann beribu-ribu
penduduk Swedia masuk agama Allah.
Kondisi demikian teruangkap ketika delegasi Pemuda Swedia menghadiri
Muktamar Wartawan di Lembaga Pendidikan Swedia di daerah Iskandariah,
Mesir pada hari Sabtu, 16/11/08.
Mereka mengemukakan data, 15 000 penduduk asli swedia masuk Islam,
dan umur mereka antara 20 sampai 40 tahun, setelah kejadian pelecehan
terhadap Rasulullah saw. subhanallah!
Delegasi yanng terdiri dari 12 orang -muslim dan muslimah- itu
sedang menggarap 4 proyek dakwah untuk melayani kepentingan umat muslim
di Swedia.
Proyek pertama, pendidikan pemuda muslim, bagaimana mereka berinteraksi dengan masyarakat Swedia.
Proyek kedua, pendidikan Bahasa Arab bagi para imam, karena generasi baru muslim Swedia tidak bisa berbahasa Arab.
Proyek ketiga, peduli terhadap problematika lingkungann dan pelestariannya.
Proyek keempat, dialog antar agama.
Proyek-proyek ini bertujuan untuk merubah cara pandang masyarakat
Swedia terhadap Islam, di mana mereka sebelumnya mengira Islam sebagai
sumber masalah, merubahnya menjadi pengakuan bahwa Islam bagian dari
agama-agama yang ada di tengah-tengah mereka. Penilian keliru
masyarakat Swedia lantaran pemahaman mereka yang tidak benar tentang
Islam.
Islam terhitung menjadi agama kedua di Swedia. Populasi muslim lebih
dari setengah juta jiwa dari total jumlah penduduk Swedia delapan
setengah juta jiwa.
Islam terbilang baru berkembang di Swedia, namun jumlah orang yang
memeluk agama Islam terus bertambah banyak, terutama karena komunitas
muslim di sana tidak mendapatkan kendala dalam menjalankan syiar dan
simbol-simbol peribadatan Islam. Juga berdirinya masjid-masjid di
seluruh penjuru kota di bawah undang-undang resmi yang diakui oleh
parlemen Swedia, yaitu undang-undang kebebasan bergama, hak-hak pemeluk
agama dalam menjalankan keyakinannya tanpa harus ada kekhawatiran
sedikitpun meskipun bagi kelompok minoritas.
Di Ibu Kota Swedia ada 45 lembaga-lembaga Islam dan Islamic Centre,
dan kota-kota besar terhitung ada 15 lembaga-lembaga Islam dan Islamic
Centre. Begitu juga paling tidak ada 4 masjid raya di setiap kota besar.
Di Swedia digalakkan terjemah kandungan Al Qur’an, pembangunan
masjid-masjid baru. Islam tersebar lebih banyak di kalangan perempuan,
terutama lingkungan kampus dan akademisi. Penyebabnya adalah adanya
ambivalensi di kalangan perempuan Eropa, di sisi lain perempuan
muslimah Swedia mendapatkan kehormatan dan penerimaan yang utuh dari
agama Islam dan komunitas muslim, yang tidak ada dalam agama-agama lain.
Muslimah Swedia mendirikan lembaga khusus bagi para muslimah pada
tahun 1984, pada saat Islam baru pertama-tama berkembang di Swedia. Di
organisasi ini aktivis muslimah melaksanakan kegiatan dakwah dan sosial
di seluruh kota, berupa seminar, ceramah, kajian agama, muktamar Islam,
bazar, stand amal, penyediaan perawat bagi anak-anak, pelatihan
pendidikan anak, dan juga menopang problematika Islam.
Disebutkan dalam sejarah, bahwa Islam masuk di Swedia pada tahun
50-an pada abad 20 M, dibawa oleh sedikit orang yang bisa dihutung
dengan jari, kebanyakan mereka dari Asia Tengah, yang lari dari
Komunisme, dan sebagian lain dari Palestina yang diusir oleh Israil
dari negaranya. (it/ut)
” Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya
mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”.(QS.Ali Imran
(3):54).

FREEDOM PALESTINE NOW!!! Sabtu, Jan 3 2009 

Dalam rangka mengutuk kekejaman Israel terhadap saudara semuslim yang ada di Palestina, maka segenap kader dan simpatisan PKS Mentas menghadiri acara aksi kemanusiaan untuk Palestina yang bertempat di bundaran HI, pada hari Jum’at 2 Januari 2009.
Sekitar 50-an orang memadati 2 bus metromini yang disewa dan segera bergegas menuju lokasi sambil tak lupa mengibarkan bendera PKS dan Palestina. Beberapa orang kader terlihat sigap memberikan segelas air kemasan dan satu buah roti.
Sesampainya di HI, Mentas yang dikordinasi oleh ketuanya sendiri yaitu Pak Kusuma, langsung membentuk barisan dan berjalan perlahan sesuai dengan arahan dari kepanduan. Semuanya terlihat semangat dan tak mengindahkan rasa capai yang mendera. Kibaran bendera semakin kencang dan ucapan takbir beberap kali diteriakkan.
Saat tengah berjalan, tak lupa para kader dan simpatisan memberikan uang infaknya di setiap petugas penggalang infak. Beberapa orang juga terlihat memotret-motret sebagai dokumentasi. Semuanya tetap semangat demi memberikan gerakan moral untuk rakyat Palestina. Darah di diri mereka sudah mengejolak untuk segera berjihad dan meluluh lantakkan Yahudi Laknatulloh.
Saat tiba di kedubes AS, semuanya merapatkan barisan dan mendengarkan orasi-orasi yang disampaikan. Rasanya ingin sekali berjihad kesana. Tetapi apa daya, banyak hal lain yang harus dipertimbangkan. Tetapi mungkin dengan sedikit doa dan dollar bisa meringankan beban saudara-saudara semuslim yang ada di sana.
Setelah orasi, semaunya lalu berkumpul di depan PLN karena bis carteran sudah menunggu. Tak lama para kader dan simpatisan pun pulang untuk selanjutnya sholat di masjid Darun Najah, Menteng Atas.
Usai dari aksi ini hanya menyisakan sebuah semangat untuk selalu mendukung Palestina dan dunia Islam.
Allahu Akbar!!!***(yas)

REMAJA MENTAS SAMBUT TAHUN BARU HIJRIAH Sabtu, Jan 3 2009 

Dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1430 hijriah, Partai Keadilan Sejahtera DPRa Menteng Atas bekerjasama dengan Forum Alumni dan Pengurus Rohis SMAN 43 (FALSO SMAN 43) mengadakan acara Renungan Tahun Baru Islam dan pemutaran film “Malam Pertama di Alam Kubur”.

Bertempat di aula Masjid Sabilul Huda, Menteng Atas, sekitar lebih dari 50 remaja berdatangan dengan semangat ke acara tersebut. Tepat pukul 20.30, acara dimulai dengan tilawah Al-Qur’an oleh salah seprang peserta acara yang dilanjutkan dengan sambutan dari ketua DPRa, Kusuma Atmaja. Lalu tepat pada 21.00 diputar film yang telah dijanjikan.

Dengan lampu yang dimatikan dan suara yang senyap, para peserta menonton dengan serius adegan demi adegan yang ada di film tersebut. Saat adegan pada kejadian nyata yang memperlihatkan siksa kubur yang dialami oleh seorang pemuda mesir berusia 18 tahun. Para peserta benar-benar tertegun dengan foto
tersebut dan sebagian dari mereka berucap istighfar.

Setelah pemutaran film selesai, maka acara dilanjutkan dengan muhasabah yang dibawakan oleh Ustadz Ridwan. Pada awalnya banyak peserta yang masih belum terbawa suasana. Tetapi setelah muhasabah beranjak pada mengenang ibunda dan dosa-dosa yang telah dilakukan terdengarlah jeritan-jeritan tangis di sekeliling aula. Tidak laki-laki tidak perempuan, semuanya menangis teringat akan dosa-dosa yang telah dilakukan. Setelah selesai, semuanya saling bermaaf-maafan dan tak lupa bertekad dalam hati untuk menjadi lebih baik lagi.

Acara muhasabah usai pada pukul 23.00, sebagian peserta lalu beranjak pulang, sedangkan bagi anggota rohis SMAN 43 acaranya dilanjutkan dengan membuat resolusi tahun baru dan mabit bersama. Pada sepertiga malam, para mujahid dakwah ini melaksanakan qiyamul lail bersama sebagai tanda rasa bersyukur pada Allah karena masih diberikan kesempatan hidup yang begitu berharga, tak lupa juga doa dipanjatkan untuk saudara-saurada semuslim yang ada di Palestina dan belahan dunia lainnya.

Setelah acara “Istana Impian” acara pun secara resmi ditutup dan tak lupa saling mengucapkan : Selamat tahun Baru Islam 1430 hijriah, semoga di tahun ini kita bisa lebih meningkatkan kebaikan dan yang pastinya, PKS bisa menjadi pemenang pemilu 2009… Allahu Akbar!***(yas)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.